Indikator
  • Undercontruction

Kosmetik Ilegal Senilai Rp 15 M Digerebek BPOM dan Mabes Polri

Home / Peristiwa / Kosmetik Ilegal Senilai Rp 15 M Digerebek BPOM dan Mabes Polri
Kosmetik Ilegal Senilai Rp 15 M Digerebek BPOM dan Mabes Polri Kepala BPOM Penny K. Lukito melihat bahan kosmetik di Tambora bersama tim Mabes Polri. (FOTO: BPOM)

TIMESTANGSEL, JAKARTA – PPNS Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) bersama Biro Korwas PPNS Bareskrim Mabes Polri Jumat, (11/5/2018) lalu. Kolaborasi kedua instansi ini menggerebek sebuah bangunan di Tambora, Jakarta Barat, yang disinyalir menjadi tempat produksi kosmetik ilegal senilai Rp 15 miliar dan diduga kuat mengandung bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik.

Dilansir dari laman resmi BPOM, dalam penggerebekan itu, petugas menemukan 21 item atau sekitar 39.389 pieces produk jadi kosmetik illegal dan termasuk palsu. Produk yang disita di antaranya produk yang banyak ditemukan di pasaran.

Antara lain Cream Natural 99, Cream Temulawak, Kelly Pearl Cream, Dokter White, SP Whitening and Anti Acne, Question Quine Pearl Cream, Citra Day Cream, Citra Night Cream, serta La Widya Temulawak. Selain itu, diamankan juga beberapa alat produksi dan bahan baku yang digunakan pada proses produksi.

BPOM-2.jpg

"Total nilai keekonomian temuan kali ini diperkirakan mencapai Rp 15 miliar rupiah. Ini menjadi salah satu temuan kosmetik ilegal terbesar BPOM RI pada tahun 2018," terang Kepala BPOM RI Penny K. Lukito.

Produksi kosmetik ilegal ini terlihat sangat rapi. Dari pengakuan tersangka bahwa sarananya baru beroperasi selama 6 bulan terakhir. Namun jika dilihat di TKP, diperkirakan proses produksi dilakukan dengan tidak manusiawi. Yaitu menggunakan bahan-bahan yang tidak memenuhi standar CPKB dan sarana tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi.

Menurut Penny, kosmetik ilegal tersebut besar kemungkinan juga disebarkan ke sarana distribusi kosmetik ataupun klinik-klinik kecantikan di berbagai wilayah.

BPOM-3.jpg

Dari hasil penyidikan sementara, pelaku dikenai sanksi pidana terkait UU No. 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah. Selain itu, juga melanggar Pasal 62 UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Terkait temuan ini, masyarakat kembali diingatkan untuk selalu waspada dalam memilih produk kosmetik. "Pastikan membeli kosmetik di toko yang resmi dan selalu ingat #CekKLIK, yaitu #CekKemasan, #CekLabel, #CekIzinEdar, dan #CekKedaluwarsa," tutup Penny.

BPOM RI bersama Mabes Polri beberapa pekan ini memang getol merazia produk kosmetik ilegalLangkah ini dibuat karena banyaknya produk kosmetik yang banyak beredar di masyarakat. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com